Proudly Lasallian
UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018

Bumi Datar Atau Bumi Bulat? Fakta Vs Memaksa

2017-07-12 13:27:28 - Posted by admin - Hits : 80

The Flat Earth Society adalah organisasi yang bertanggung jawab atas maraknya paham Flat Earth, organisasi yang didirikan pertama kali oleh Samuel Shenton, pria berkebangsaan inggris pada tahun 1956. Setelah Samuel wafat organisasi ini dipimpin oleh Charles K. Johnson yang saat itu memiliki member lebih dari 4 ribu orang. Pekerjaan mereka setiap hari adalah mencari pembuktian bumi itu datar berdasarkan teori skeptik tanpa pernah melakukan riset ilmiah, misalkan pergi ke luar angkasa. Ini namanya pembodohan, sebuah teori yang tidak didukung oleh fakta serta data yang akurat hanya akan menghasilkan diskonklusi, tetapi patut diberi apresiasi kepada mereka karena mereka mampu untuk membantah apa yang sudah diyakini oleh manusia berabad-abad lamanya, walaupun apa yang mereka buat adalah kesalahan yang sudah sangat nyata terlihat.

Lalu dengan apakah kita dapat membuktikan bahwa bumi ini bulat atau datar? Tentunya harus ada fakta serta data yang dapat dipercayai untuk dapat membuktikan bentuk bumi yang sebenarnya. Kira-kira 500 tahun yang lalu sudah ditetapkan bentuk bumi oleh para ilmuan, tetapi mengapa sekarang dipertanyakan lagi? Sains memang sangat menarik untuk terus dipertanyakan semakin kita ingin tahu semakin kita banyak mengetahui. Dengan adanya kemajuan teknologi kita akan dengan mudah mengetahui bentuk dari bumi kita ini. Kalau dulu mungkin kita hanya akan sampai pada perdebatan saja tanpa ada pembuktian melalu fakta kongkrit, seperti yang terjadi di era Galileo dan Copernicus. Kedua ilmuan besar ini berani menghadapi Gereja yang sangat mempercayai bahwa bumi adalah sentral dari tata surya kita, tetapi Galileo tetap konsisten dengan apa yang telah ia teliti dan amati berdasarkan fakta yang kongkrit. Yang menjadi masalahnya adalah di zaman Galileo belum ada teleskop sehebat buatan NASA teleskop Hubble atau teknologi sekarang ini, jadi untuk membuktikannya hanya mengamati serta melakukan perhitungan matematis, setelah Galileo mampu untuk membuat teleskop pertamanya, maka dengan sendirinya ia telah membuktikan bahwa teorinya itu benar, walaupun pada akhirnya ia di hukum karena menentang gereja pada saat itu.

Selain Galileo ada seorang penjelajah yang juga akan membuktikan bahwa bumi kita ini tidak datar seperti yang dikatakan oleh organisasi Flat Earth, Christopher Columbus adalah seorang penjelajah yang pertama kali menemukan benua Amerika. Ia adalah saksi tentang keindahan bumi bulat yang ia alami sendiri semasa hidupnya. Ia berkeliling mengintari bumi dan kembali lagi ketempat dimana ia memulai perjalanannya. Ini dapat membuktikan bahwa bumi kita bulat bukan datar. Kalau saja bumi ini datar berarti Columbus tidak akan pernah kembali lagi ke tempat awal di mana ia memulai perjalanannya, karena jika Bumi datar Columbus akan terus berlayar hingga mendapatkan ujung dari bumi dan mungkin dia akan jatuh dan tak akan pernah kembali. Tetapi sejarah mencatat Columbus kembali dan mencatat semua apa yang ia alami selama mengarungi lautan luas.

Kita telah melihat bagaimana orang zaman dahulu membuktikan bahwa bumi ini bulat. Sekarang bagaimana dengan kita di zaman modern ini, bagaimana meyakinkan mereka yang sudah terlanjur percaya dengan Flat Earth? NASA adalah saksi hidup untuk juataan manusia modern saat ini, dengan teknologi serta kemajuan ilmu pengetahuan, kita sudah mampu mengetahui sebagian kecil dari alam semesta. Walaupun hanya sedikit sekali yang dapat kita jangkau dengan teknologi yang kita anggap sudah sangat maju, kita tetap dapat membuktikan bahwa bumi kita ini bulat bukan datar. Pasti banyak dari kita yang belum pernah melihat bentuk bumi secara langsung, kebanyakan dari kita hanya melihat gambar serta foto dari luar angkasa yang di kirim ke bumi.

Bisa jadi kita ditipu atau dibodohi seperti yang di yakini oleh Flat Earth Organisasi, mereka meyakini bahwa NASA telah menipu manusia modern untuk meraup keuntungan yang besar, kita tidak tahu apakah memang benar kita telah di tipu oleh NASA? Atau bisa saja itu hanya data palsu yang di buat-buat khusus untuk menunjang Teori Bumi Datar. Sekali lagi teori ini belum memiliki fakta yang kongkrit tantang bentuk bumi yang datar itu. Memang mereka memiliki banyak data yang sangat mendukung, tetapi semua itu sekali lagi digunakan untuk mendukung bukannya untuk memberikan fakta riil. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai masyarakat yang memang paling sering menjadi korban dari salah paham seperti ini, harus memiliki kebijaksanaan serta pengetahuan yang benar untuk memfilter setiap pemahaman serta pengakuan yang baru terlihat di kalangan dunia yang sudah banyak membuat orang percaya bahkan membelanya karena merasa bahwa itulah kebenarannya.

Bumi datar bukanlah fakta, itu hanyalah pemaksaan kehendak atas sesuatu yang belum tentu benar. Ini adalah pemahaman baru yang berusaha mengacaukan pemahaman yang lama, tetapi sayang sekali pemahaman yang baru ini masih butuh lebih banyak fakta dan data yang akurat untuk dapat menggantikan pemahaman yang lama yang telah di tetapkan dan di yakini bertahun-tahun lamanya. Saya harap kita tidak sebodoh yang kita kira, bumi ini bulat begitulah yang dikatakan Columbus.

 

Jeremy B - Mahasiswa Teknik Elektro




Related News :
Comment