Proudly Lasallian
UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018 - UNIKA De La Salle Manado Menerima Mahasiswa Baru TA 2017-2018

Prodi Akuntansi Selengarakan Seminar “Akuntansi di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”

2016-12-15 09:05:17 - Posted by admin - Hits : 741 Prodi Akuntansi Selengarakan Seminar “Akuntansi di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadi isu hangat akhir-akhir ini, karena memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di Asia Tenggara. Hal ini akan berdampak pada kompetisi pasar yang semakin ketat. MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, dan secara khusus untuk profesi akuntan. Tenaga akuntan memiliki peluang untuk berpraktik dan bekerja di negara-negara ASEAN lainnya, namun juga akan menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Hal ini menciptakan tantangan baru di bidang akuntansi, bukan hanya untuk tenaga akuntan sendiri, tetapi juga bagi praktik akuntansi perusahaan dan pemerintah di lingkungan persaingan baru, yaitu : MEA.

            Bertolak dari pemikiran tersebut, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Katolik De La Salle Manado menyelenggarakan Seminar Akuntansi bertema “Akuntansi di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN” untuk memperkenalkan MEA beserta peluang dan tatangannya. Seminar ini diikuti oleh praktisi dari Kantor Akuntan Publik dan perusahaan, dosen dan staf perguruan tinggi di Sulawesi Utara, staf dan perwakilan pemerintah kota Manado dan Tomohon, alumni Universitas Katolik De La Salle, serta mahasiswa/i program studi akuntansi.

semakun semakun1

Seminar yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 9-10 Desember 2016 di Auditorium Universitas Katolik De La Salle membekali peserta dengan materi yang dapat mempersiapkan mereka menghadapi MEA. Seminar hari pertama dimulai dengan memperkenalkan Kota Tomohon yang memiliki pengelolaan keuangan yang sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk pelaporan keuangan Kota Tomohon selama 3 tahun berturut-turut. Mewakili Pemerintah Kota Tomohon, Ir. Harold Lolowang, M.Sc., memaparkan mengenai kiat-kiat Kota Tomohon dalam memperoleh opini WTP, serta hal-hal yang dipersiapkan Pemerintah Kota Tomohon menghadapi MEA. Masih berkaitan dengan pengelolaan keuangan, materi selanjutnya yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Sukrisno Agoes, Ak, M.M., CPA., CA. (Universitas Tarumanegara Jakarta) membahas mengenai potensi Fraud Auditing yang dapat terjadi pada saat audit dilakukan. Hal ini perlu diperhatikan oleh akuntan publik yang tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun dalam era MEA yang kompetisinya semakin ketat.

            Pada hari kedua, peserta diperkenalkan mengenai peran akuntan dalam era MEA, khususnya Chartered Accountant (CA), serta kaitan MEA dengan Akuntansi Yayasan oleh Prof. Dr. Sukrisno Agoes, Ak, M.M., CPA., CA. Sesi terakhir dalam seminar ini kemudian memperkenalkan secara khusus mengenai peluang dan tantangan dalam era MEA yang dipaparkan oleh Dr. Sumiyana, M.Si., Ak., CA. (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) melalui empat dimensi berbeda, yaitu: bahasa, budaya, hukum, dan keamanan wilayah. Dari keempat dimensi tersebut, Sumiyana menjelaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Indonesia, khususnya para akuntan, dalam mempersiapkan diri menghadapi MEA. Untuk membuat MEA optimal, pada akhirnya dibutuhkan totalitas dari setiap kita untuk mengembangkan diri dan beradaptasi dengan lingkungan baru ini.

semakun2




Related News :
Comment