AKREDITASI BAN PT
Batas Pengisian KRS diperpanjang sampai dengan 31 Januari 2019

Dialogue in Diversity with CINTA Interfaith

2013-02-27 12:49:41 - Posted by admin - Hits : 1669 Dialogue in Diversity with CINTA Interfaith

Roadshow "Dialogue in Diversity" Commitee For Interfaith Tolerance Indonesia (CINTA) Interfaith berlangsung pada 12-13 February 2013. Kegiatan ini diadakan di 5 kota, salah satunya di Manado dan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari Manado, Makassar, Gorontalo, dan Bali. Hari pertama diadakan di Hotel Sahid Kawanua dengan kegiatan dialog dengan 6 pemuka agama yang berbeda di Sulawesi Utara, untuk berbicara mengenai pentingnya bertoleransi antar umat beragama. Setelah itu, peserta akan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan akan mengikuti sesi mentoring tentang bagaimana cara melakukan dialog yang benar dan juga mereka akan langsung mempraktikannya dalam simulasi. Sedangkan hari kedua para peserta akan mengunjungi tempat-tempat ibadah yang ada di masing-masing kota.

Para peserta akan menjadi pengamat dalam kegiatan, mereka akan belajar konsep yang sebenarnya dari agama tersebut sehingga diharapkan tidak akan ada lagi prasangka atau konsepsi yang salah mengenai agama tersebut. Di akhir roadshow, akan dipilih satu orang peserta yang disebut “Interfaith Ambassador” yang dinilai paling antusias dengan kegiatan ini dan paling peduli tentang isu pluralisme dan toleransi antar umat beragama, berdasarkan essay yang dimasukkan dan juga aktivitas selama roadshow berlangsung. Satu orang terpilih ini akan diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti rangkain kegiatan penutupan disana. Tujuan dari adanya Interfaith Ambassador ini agar supaya para ambassador yang terpilih dapat melanjutkan semangat kegiatan ini kepada orang lain di lingkungan sekitarnya. Salah satu mahasiswi Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi, MELISA FRANSISCA LO menjadi perwakilan Unika De La Salle Manado. Mahasiswi semester 3 yang akrab dipanggil 'Mel' ini masuk 2 besar dalam pemilihan Interfaith Ambassador 2013. "Kegiatan ini mengubah pola pikir saya dalam pluralitas agama dan mengembangkan pengetahuan saya dalam mempelajari agama-agama yang berbeda, sehingga bisa memperkuat rasa toleransi dalam saya bergaul dan kedepan saya tidak salah menerka dalam memahami agama-agama yang berbeda".

Tags :



Related News :
Comment